~ Jazakalloh Khoiron Katsiro atas kehadiran n supportnya dlm acra mabit MQS PI Thn baru 1432 Hijriah, smoga dpt brmanfaat n mnjadi jln amal n elmu. Amiin.. ~

Senin, 07 September 2009

The Power Of Ramadhan

Oleh MZ Omar

Puasa mencetak pribadi-pribadi takwa....
Sebuah lembaga Langit dengan bimbingan langsung Sang Maha Kasih Ramadhan bulan pembakar Ramadhan is a powerful Month

Seperti kita semua ketahui sekarang ini sedang trend training-training tentang Personal Development, Motivasi, etc, etc….
Bagus itu! Tapi ternyata favorite saya dari semua training yang ada adalah bulan Puasa alias bulan Ramadhan.
Bayangkan dalam 1 bulan kita di gembleng full package oleh Sang Maha Kuasa, Allah SWT untuk menjadi Manusia Dahsyat Luar Biasa!!!
Sayang seribu sayang fasilitas ini masih banyak yang menyia-nyiakannya. Mau bukti?

1. Lihatlah waktu-waktu ijabah untuk berdo’a, bermunajat dan berzikir sekarang malah diisi Quiz, Lawakan. So kebanyakan orang jadi lalai dan lupa berdo’a. Semoga Allah mengampuni.

2. Siang hari kebanyakan orang memanfaatkan momentum makan siang dengan tidur siang. Boleh nggak? Ya boleh saja kan tidurnya orang puasa itu berpahala…ya iya lah…. Kalo tidur saja berpahala apalagi kalo beraktivitas dan bekerja pasti lebih besar pahalanya. Sayang ya…pola fikir kita memang sudah terbalik-bali atau cuma mau gampangnya saja.

3. Karena puasa jadi lemes. Memang betul karena asupan karbohidrat dan zat-zat lainya berkurang di bulan Ramadhan maka tubuh kita menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Tapi jangan jadi alas an kita untuk mengurangi aktivitas kita. Lihat saja di awal Ramadhan 40% pegawai negeri kebanyakan bolos, wow&hellip.puasa kok jadi dalih untuk tidak produktif? Saya pernah bikin janji dengan salah seorang customer kebetulan saya ada waktu luang sore hari sekitar jam 4, apa coba komentarnya? “Pak Umar memangnya tidak puasa, jam 4 kan kita sudah bubar pak!”. Wah.mungkin dia ingin buka puasa bersama dengan keluarganya, mungkin…. Tapi ya itu tadi kenapa ya jadi mengurangi produktivitas kita?

4. Belanja harian jadi lebih besar. Memang sih wajar, soalnya setiap awal Ramadhan pasti ada saja yang naik, entah beras, minyak goreng, dan barang-barang kebutuhan lainnya jadi naik. Tapi hebatnya belanja yang lain-lain jadi ikut naik, yang TV sudah usang.mumpung lebaran beli TV baru, yang rumahnya masih standard, ah mumpung lebaran renovasi rumah, yang nggak punya HP, ah pengen mejeng dikit di kampong beli dulu HP entar gampang di jual lagi. Salah nggak sih? Terserah ente saja….

Padahal……..

Puasa itu sejatinya membentuk kita menjadi pribadi yang Luar Biasa……
Bayangkan setiap hari kita disuruh bangun sekitar jam 3 -4, anda tahu….jam segitu itu kita minta apa saja sama Allah SWT pasti dikabulkan, tapi kan ngantuk…terus ada Quiz lagi yang hadiahnya gede……ya terserah ente saja…..
Habis sahur kita dijamu dengan shalat subuh berjamaah di masjid, di mana langkah kaki kita yang satu menghapus dosa dan yang lainnya menaikkan derajat kita.
Tapi kan habis sahur ngantuk tidur dulu bentar…. Ya terserah ente saja…..
Bahkan jika kita shalat sunnah sebelum Subuh Allah SWT menjanjikan dunia beserta isinya….

Wow irresistible sensation offer, mau?..yah terserah ente saja…..
Lucunya antara shalat taraweh dan shalat subuh kok ya lebih ramai taraweh, padahal kalo dipikir kan yang wajib shalat subuh dan taraweh itu sunnah…..yah terserah ente saja…. Mungkin saatnya kita berhenti sejenak untuk merenungi ini semua. Maaf kalo kata-kata…yah terserah ente saja…terkesan meledek atau nyeleneh, tapi memang betul kan jika kita semua sudah tahu dan paham tinggal bagaimana kitanya saja….

But brother…..

Ini adalah momentum luar biasa, jadi harus kita raih dengan sungguh-sungguh bahkan dengan segenap jiwa dan raga kita. Insya Allah kejayaan dan kemengan akan kita raih.

Bukankah ada 2 kebahagiaan bagi orang yang berpuasa? Saat berbuka dan janji Allah SWT untuk menemui orang-orang yang berpuasa dengan iman

Bukankah di surga nanti akan ada satu pintu yang memanggil-manggil hanya kepada orang-orang yang berpuasa dengan iman? Pintu Arroyan

Bukankah Allah SWT berfirman bahwa Puasa Itu Untuk Aku, jika ibadah lainnya dicampuri dengan nafsu maka lainnya halnya dengan puasa?

Hasil puasa adalah takwa dan janji Allah bagi orang yang bertakwa:
…. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya (QS 65:2) Dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluannya) nya….(QS 65:3)


Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Cheers and regards MZ Omar
http://m-zulpakaromar.blogspot.com/

Readmore »»

Minggu, 06 September 2009

Keajaiban Berbuka Puasa

Oleh Muhammad Rizqon

Allahu Akbar, suara azan berkumandang.
Tanda waktu berbuka tiba, setelah seharian puasa.
Alhamdulillah, hati senang puasaku tunai.
Hilang haus lapar, setelah seharian kurasa.
Ya Allah…. Ya Allah, terima kasih atas rezeki-Mu ini.
Puasaku hanyalah untuk-Mu, sebagai bukti cintaku pada-Mu.
(Vocal Anak-anak Alif)

Kala aku masih kecil itu, bedug dan seruan imsak dari masjid adalah penanda waktu yang menjadi patokan utama warga desa. Jadwal imsakiyah hanya dimiliki oleh masjid, yang berasal dari perhitungan ahli falak di desaku. Siaran Radio, yang menentukan waktu maghrib di pusat kota, memang dijadikan pegangan juga, tetapi yang lebih utama adalah bedug maghrib di masjid kami. Artinya meski radio telah mengumandangkan azan, kami tetap tidak berani membatalkan puasa sehingga kami mendengar bunyi bedug masjid kami.

Karena kami berpedoman kepada bedug masjid, biasanya menjelang buka, kami bergerombol duduk-duduk santai (istilahnya: kongkou) di sebuah alun-alun depan rumahku, menghadapi masjid yang berjarak sekitar 50 m di arah barat. Dari situlah kami memantau bedug yang akan ditabuh oleh sang marbot. Rasanya melihat aksi marbot memukul bedug, menimbulkan kesenangan tersendiri, seperti berharap detik-detik yang luar biasa hendak terjadi.

Yang lucu, kadang jika aku melihat marbot menuju bedug, kuberpikir bedug akan segera akan ditabuh, aku berteriak kegirangan “Hey! Bedug, bedug, bedug!”. Maksudku memberitahu bahwa bedug mau ditabuh. Tidak tahunya marbot hanya mencari pemukul bedug saja dan tidak menabuhnya. Aku kecewa, bahkan ada dari kami yang keburu berlari ke rumah. Tentu yang seperti ini menjadi bahan ejekan dan tertawaan kami pada hari berikutnya.

Saat bedug benar-benar ditabuh, kami berteriak hebat “Hey! Buka, buka, buka!” sambil berhamburan menuju rumah. Teriakan kami seakan menjadi penyambung lidah bagi mereka yang tidak mendengar bedug maghrib. Maklum, biasanya selepas bedug ditabuh, sang bilal tidak langsung berazan, tapi membatalkan puasa terlebih dahulu barang beberapa menit. Aku pun membatalkan puasa dengan meminum teh manis. Alhamdulillah, luar biasa nikmatnya. Penantian panjang pun berakhir dengan kebahagiaan yang tiada terkira.

Namanya anak-anak, ada kalanya aku juga tidak puasa. Anehnya, jika aku tidak puasa, aku tidak berantusias mengikuti teman yang hendak ‘berkongkou’ menanti aksi sang marbot mengeksekusi bedug. Tidak ada nuansa kebahagian pada diriku. Yang ada justru rasa sesal, kenapa aku tidak puasa hari itu. Sungguh, aku betul-betul iri dengan teman-temanku yang bisa tetap berpuasa. Dan rasanya begitu bedug dipukul dan mereka berteriak berhamburan menuju rumah masing-masing sambil melihati diriku, kurasakan mereka seperti mengejek diriku yang tidak puasa. Aku bagai orang yang kalah dalam perlombaan saja. Alangkah menyesalnya diriku!

*** Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Rabbnya. ” (HR Bukhari-Muslim)

Itulah keajaiban berbuka yang kurasakan saat aku kecil. Berbuka puasa menimbulkan kebahagiaan yang luar biasa. Laksana musafir dipadang pasir yang menjumpai sumber air (oase). Dan ini tidak dirasakan kecuali oleh orang yang berpuasa. Bagiku hal ini memberi hikmah bahwa ujung dari ketaatan kepada Allah adalah kebahagiaan. Ini menjadi rumus baku yang bisa aku terapkan dalam situasi mana pun. Sebagai contoh, jika aku mendapatkan harta dengan cara batil, meski besar, tentu tidak akan memberikan kebahagiaan apapun bagiku. Sebaliknya rezeki yang diperoleh dari usaha ketaatan, meski kecil, akan sangat berarti dan memberikan kebahagiaan tersendiri.

Kesenangan kedua dari orang berpuasa adalah ketika berjumpa dengan Rabb-nya. Aku baru saja mendapat pencerahan dari seorang seorang ustadz, bahwa kenikmatan tertinggi dari semua kenikmatan yang ada di surga adalah melihat (bertemu) Allah. Sulit dibayangkan bagaimana rasanya bertemu atau melihat langsung Allah itu. Mungkin kita bisa membayangkan kenikmatan bertemu dengan 70 bidadari di surga dengan membandingkan kenikmatan memiliki bidadari di dunia. Atau kenikmatan makanan dan minuman dengan membandingkan makanan dan minuman yang ada di dunia. Demikian halnya dengan taman, istana, dan lain sebagainya. Tetapi semua yang akan kita alami nanti (semoga kita menjadi ahli surga) sama sekali tidak terlintas dalam pikiran kita. Nah, semua itu belum seberapanya dengan kenikmatan melihat (bertemu) Allah. Subhanallah.

Hikmah yang kupetik dari hadits di atas, ternyata puasa begitu istimewanya di mata Allah sehingga Allah akan memberikan balasan kenikmatan yang melebihi kenikmatan surga dan segala isinya kepada orang yang berpuasa. Belum dengan keistimewaan pintu Ar Rayyan dan pembalasan yang langsung dari Allah saja.

Semoga ini menjadi motivasi bagi kita untuk berpuasa dengan penuh keimanan. Jangan sampai tidak berpuasa. Sungguh akan menyesal, seperti menyesalnya diriku di waktu kecil itu.

Waallahu’alam bishshawwab.

Readmore »»

Kamis, 03 September 2009

Kepompong Ramadhan

Oleh : Aa Gym

Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim).
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu ?
Bagi kebanyakan orang, ulat bulu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits. Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan.

Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona. Inti dari ibadah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).

Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).

Akan tetapi kita bersyukur karena pada bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, demikianlah sabda Rasulullah SAW.

Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***

Readmore »»

Selasa, 01 September 2009

Tabligh Akbar KH.Abdullah Gymnastiar


Saksikan…

Tabligh Akbar KH. ABDULLAH GYMNASTIAR live di TVOne pada:
Hari : Rabu
Tanggal : 02 September 2009
Waktu : 16.00 s/d 17.30 wib
Tempat : Masjid Al-Mukmin
Jl. Bangun Cipta Raya Kelurahan Pegangsaan Pulo Gadung

Jakarta Timur ( Masuk dari Vespa )

Readmore »»

Agenda Kegiatan Ramadhan DT Bandung

Oleh : Humas

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1430 H

Ramadhan Center Daarut Tauhiid Mengadakan beberapa Kegiatan, diantaranya:

- Program The Miracle of Ramadhan Keg. Pelatihan MQ Dewasa pelaksanaan Tgl. 5-6 Septembe 2009
Sanlat MQ Ramadhan Anak dan Remaja pelaksanaan Tgl.14-16 September 2009

- Bimbingan Muslimah Ramadhan Bimbingan yang memberikan Motivasi dan pemahaman mengenai Tauhiid yang
bersih kepada Muslimah, Kegiatan ini dilaksanakan Tgl. 03-09 September 2009(menginap di asrama)

- Ngabuburit Produktif bersama Muslimah Center Mengisi waktu di bulan Ramadhan ini dengan menambah skill dalam
bidang keterampilan tangan. Belajar Keterampilan Dasar( Sulam Benang, Sulam Pita, Payet, Smock, dan Boneka felt)
Pelaksanaan setiap Jumat dan Sabtu Tgl. 28,29 Agustus dan 4,5,11,12 September 2009

- Smart Muslimah Memberikan pemahaman Ilmu dan wawasan Penciptaan kepada Perempuan
Pelaksanaan setiap Sabtu Tgl. 29 Agustus; 5,12 September 2009 Pukul 09.00-13.00 Bertempat di Mesjid Daarut Tauhiid

- Sanlat Ceria (khusus anak TK)

- Seminar Seputar Ramadhan Pelaksanaan setiap Ahad tgl. 30 Agustus, 06,13 September 2009

- Kuliah B`ada Dhuhur Setiap hari selama bulan Ramadhan DKM masjid Daarut Tauhiid mengadakan Kajian
dengan materi seputar Spiritual Enlightmen

- Kajian Jelang Magrib Setiap hari selama bulan Ramadhan DKM masjid Daarut Tauhiid mengadakan
Kajian Jelang Magrib dengan materi seputar Manajemen Qolbu

- Tajil Barokah

- Sahur Barokah Di 10 malam terakhir DKM Masjid Daarut Tauhiid, mengadakan Sahur berjamaah

- Pesantren I`tikaf DKM Mesji Daarut Tauhiid mengadakan Pesantren Itikaf dan Kajian Keislaman
Pelaksanaan tgl. 10-19 September 2009 - Berbuka Bersama anak yatim dan Duafa Pelaksanaan tgl. 01-09 September 2009

- Tebar paket Ramadhan untuk Duafa Marilah kita bersama-sama berbagi untuk kaum Duafa dengan
memberikan paket Ramadhan Pelaksanaan tgl.01-09 September 2009 Marilah Belajar & Berbagi Bersama Daarut Tauhiid...

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi :
Humas Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Jl. Gegerkalong Girang No. 30 Bandung 40154
Telf. +62 22 2014374 Ext. 200 Fax. + 62 22 2003238
E-mail : humasdt@yahoo.com

Readmore »»

Rabu, 26 Agustus 2009

DOA DI BULAN RAMADHAN

Oleh Ihsan Tandjung

Dalam rangkaian ayat Al-Qur’an mengenai puasa di bulan Ramadhan terselip suatu ayat yang secara khusus membicarakan soal berdoa. Di dalamnya Allah subhaanahu wa ta’aala perintahkan orang beriman untuk berdoa kepadaNya. Dan Allah subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun asalkan memenuhi tiga syarat: (1) Memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, bukan selainNya. (2) Memenuhi segala perintahNya dan (3) Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan permintaan dan menetapkan taqdir segalanya.

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)

Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!

Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta'aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)

Lalu apakah lafal khusus Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ
وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dhahabazh-zhoma-u wab tallatil-'uruq wa tsabbatal-ajru insyaa Allah “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)

Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan: ”...dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.”?
Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah ta’aala karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut :
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)

Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)

Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَاهُ أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ
“Setiap orang yang diberi karunia Allah ta'aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)

Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb...

Readmore »»

Jumat, 21 Agustus 2009

MarHaBan Ya RaMaDhan 1430H

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
MARHABAN YA RAMADHAN
Ramadhan sudah tiba.
Pintu segala pahala dibuka,
Saatnya hati lebih dibersihkan lagi
Saatnya amal shalih lebih dilipatgandakan lagi
Saatnya ibadah lebih dikhusyu'kan lagi
Agar Arro'yan menyambut senangAgar Allah SWT semakin sayang
Mohon Maaf Lahir & Batin
Atas segala kekhilafan & dosa yang telah dilakukan
Atas segala perbuatan yang tidak berkenan
Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1430H

Semoga Ramadhan ini ..
Semakin meningkatkan kualitas Imtaq kita
Semakin memperkokoh jalinan ukhuwah kita
Semakin mempertebal rasa empati kita terhadap sesama
Allahumma Amin.

Jazakumullahi khoiron katsiron.
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
~MQS Family~

Readmore »»

Selasa, 18 Agustus 2009

Belajar dari Keluarga Ust. Mutammimul Ula


(Sumber: edisi khusus Majalah Tarbawi “Mozaik Cinta”)

11 Amanah Allah
1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB
2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3
3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6
4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4
5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6
6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum
7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya
8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz
9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz
1O. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz
11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

Kebaikan kebaikan itu
~ Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat
~ Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah
~ Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu
~ Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. ayah idaman dalam Al Quran = lukman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya
~ suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu.
* Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
* Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah
* Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun
~ Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya
1. perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
2. File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah
~ Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran
1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren
2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
3. Setiap hari diperdengarkan murottal
4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati
~ Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga =
Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.
Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita
~ Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali
7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja
è masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi
7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan
è Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin
7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat
~ Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.
~ Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun
~ Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia
~ Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul
~ Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami
~ Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an.
Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.
~ Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh
~ Di Komplek perumahan DpRRI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah
~ Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak
~ Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka
~ Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol
~ Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar
~ Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu
~ Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami
~ Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan

Readmore »»

Kamis, 13 Agustus 2009

Undangan MQSPI-3 "Ramadhan di Rumah Kita"


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ramadhan tinggal beberapa saat lagi akan menyapa kita, sudahkah kita mempersiapkan dalam menyabut dan mengisinya ?

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H khususnya di keluarga kita agar Ramadhan Tahun ini lebih baik dan maksimal.

Daarut Tauhiid Jakarta bersama Manajemen Masjid Raya Pondok Indah (MRPI) mengundang dalam acara special yaitu :


Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim PI 3 (MQSPI-3)
Edisi Spesial TARHIB RAMADHAN (Persiapan Ramadhan 1430H)
tema :
“Ramadhan di Rumah Kita”

Waktu :
Sabtu, 15 Agustus 2009 bertepatan dengan 24 Sya'ban 1430 H
Pukul 18:00 sd 06:00 keesokan harinya (menginap/mabit)
Bertempat di Masjid Raya Pondok Indah (MRPI),

Jl. Sutan Iskandar Muda No. 1

Nara Sumber :

- Ust. DR. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR-RI)
- Ust. Mutammimul 'Ula (Keluarga Penghapal Qur'an dgn 11 anak)

- Ust. Ihsan Hakim (Majelis Keluarga Islami)


Imam Qiyamullail

Ust. Ahamd Muzammil, Al-Hafidz.

Muhasabah

Ust. Dadang Sukendar

Spirit MQpagi

Ust. Hari Sanusi

Agenda :
Kajian Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail -
Muhasabah dan Bazar

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita, ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya.

Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan menghubungi :
DT Jakarta : 021- 7235255
MQS Hotline (Kasmudi) : 021- 70145049


Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan acara kegiatan ini dan semoga Alloh SWT membalas dgn lebih baik.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

(Tim Publikasi MQSPI-3)

Readmore »»

Sabtu, 01 Agustus 2009

”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”

Masihkah ada semangat diri dan bangsa ini untuk hidup lebih baik..? Bagaimana diri dan bangsa ini untuk merdeka dalam hidup ini..? Hidup ingin semangat dan merdeka tapi bagaimana caranya, sementara banyak problema hidup yang dihadapi..?

Ada waktu yang sangat istimewa di bulan agustus untuk menjawab hal itu yakni dalam:

”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”

“Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H sekaligus memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia, kami-Daarut Tauhiid Jakarta-mengundang dalam acara special yang terangkai melalui Majelis Manajemen Qolbu (MMQ) dan Malam Muhasabah Qolbun Salim (MQS), insyaAllah akan dilaksanakan pada:

1. Lokasi Acara Masjid Baitul Ihsan – Bank Indonesia

Tema : “Memerdekakan Diri dengan Ramadhan”

Konsep acara : Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Sabtu - Minggu, 01 s/d 02 Agustus 2009

Waktu : 18.00 – 06.00 Wib

Narasumber : - Ust. Subkhi Al-Bughuri

- Ust. Muhsinin Fauzi, Lc, MM

- Ust. Martomo Malaing, SQ, S.Th.I. Al-Hafidz

- Ust. Edi Abu Marwa

2. Lokasi Acara Masjid Istiqlal

Tema : “Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”

Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Minggu, 09 Agustus 2009

Waktu : 09.00 – 13.00 Wib

Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Ust. Yusuf Mansur

3. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah

Tema : “Semangat dalam Menggapai Insan Fitri”

Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Minggu, 11 Agustus 2009

Waktu : 19.30 – 20.30 Wib

Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar

4. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah

Tema : “Ramadhan di Rumah Kita”

Konsep acara : Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa

(Muhasabah) dan Bazar

Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 15 s/d 16 Agustus 2009

Waktu : 18.00 – 06.00 Wib

Narasumber : - Ust. DR. Hidayat Nur Wahid, MA.

- Ust. Muttaminul Ula

- Ust. Ikhsan Hakim

- Ust. Hasanuddin Sinaga

Info Center : 021-7235255 / Andi: 021-934 55 013/081320023123

Readmore »»

Rabu, 29 Juli 2009

Undangan MQSBI29 - "Memerdekakan Diri dengan Ramadhan"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan"
Apa kabar Sahabat sekalian ? semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalani aktifitas kehidupan ini.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H sekaligus memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia,

Daarut Tauhiid Jakarta bersama Manajemen Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesai (MMBI) mengundang dalam acara special yaitu :


Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim-29 (MQS-29), Edisi Spesial TARHIB RAMADHAN (Persiapan Ramadhan 1430H)

“Memerdekakan Diri dengan Ramadhan”

Waktu :

Sabtu, 01 Agustus 2009 bertepatan dengan 10 Sya'ban 1430 H
Pukul 18:00 sd 06:00 keesokan harinya (menginap/mabit)
Bertempat di Masjid Baitul Ihsan (BI) Bank Indonesia


Nara Sumber :
- Ust. Subkhi Al-Bughuri
(Pimpinan Majelis Doa Al-Matsurat)

- Ust. Muhsinin Fauzi, Lc, MM

(Pimpinan Lembaga Konsultasi Formula Hati)

Imam Qiyamullail

Ust. Martomo Malaing, SQ, S.Th.I. Al-Hafidz

(Imam Masjid Istiqlal)

Muhasabah & Kuliah Subuh

Ust. Edi Abu Marwa

(Trainer Quantum Terjemah Qur’an)

Agenda :
Kajian Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail -
Muhasabah

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita, ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya.
Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan menghubungi :
DT Jakarta : 021- 7235255
MQS Hotline (Kasmudi) : 021- 70145049


Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan acara kegiatan ini dan semoga Alloh SWT membalas dgn lebih baik.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb
(Tim Publikasi MQSBI-29)

Readmore »»

Kamis, 18 Juni 2009

Seminar Entrepreneurship

Daarut Tauhiid Jakarta Menyelenggarakan

Seminar Enterpreneurship
"Berbisnis Dengan Hati, Bekerja Dengan Cinta"

Bersama :
Mario Teguh dan KH. Abdullah Gymnastiar

Sabtu, 20 Juni 2009
Jam 09.00 - 15:00 WIB
Ruang Mawar Balai Kartini
Jl. Gatot Soebroto Kav.3
Jakarta Selatan

Pembayaran dapat melalui transfer ke:
BNI Syariah
a.n Yayasan Daarut Tauhiid cab. Jakarta
No. rek: 016 578 1439

atau ke:
BCA cab. Ciputat
a.n Poerwanto
no.rek 676.008.5152

bukti transfer dan nama serta nomor Tlp/HP mohon di fax ke 021-7235258 (sebagai tanda konfirmasi)

Investasi Rp. 750 ribu
Informasi dan Reservasi:
Dadang H. 081513502214
Aditya 02193548854
Sofyan 083890796000

Hasil Penjualan Tiket akan disumbangkan ke :
Sekolah Gratis Khusus Dhuafa - Adzkia Islamic School

Tiket dapat diperoleh di:
Sekretariat Daarut Tauhiid Jakarta
Jl. Laksana I No. 8 Blok S Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 021-7235255

Readmore »»

Selasa, 09 Juni 2009

Jadwal Kegiatan DT Jakarta Juni 2009

Agenda Kajian MQ

1. MMQ Elnusa
Hari/Tanggal : Selasa, 02 Juni 2009
Waktu : 18.00 - 20:30 WIB
Tempat : Masjid Baitul Hikmah, Graha Elnusa
Jl. TB. Simatupang Kav. 1B Cilandak
Pemateri : Tim Assatidz DT

2. MMQ Pondok Indah
Hari/Tanggal : Selasa, 9 Juni 2009
Waktu : 19.00 - 21:00 WIB
Tempat : Masjid Raya Pondok Indah
Jl. Sultan Iskandar Muda No.1
Pondok Indah - Jakarta Selatan
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

3. MMQ Istiqlal
Hari/Tanggal : Ahad, 14 Juni 2009
Waktu : 12.00 - 15:00 WIB
Tempat : Masjid Istiqlal
Jl. Taman Wijaya Kusuma Jakarta Pusat
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

4. MMQ Bank Indonesia
Hari/Tanggal : Senin, 22 Juni 2009
Waktu : 18:00 - 20:30 WIB
Tempat : Masjid Baitul Ihsan, Komp. Bank Indonesia
Jl. Budi Kemulyaan MH. Thamrin Jakarta Pusat
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

5. MMQ Jakarta Islamic Center
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Juni 2009
Waktu : 12:00 - 15:00 WIB
Tempat : Masjid Jakarta Islamic Center
Jl. Keramat Raya, Tugu Utara
Koja - Jakarta Utara
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

Agenda kegiatan Masjid Daarut Tauhiid Serua

1. Pengajian Muslimah

Hari/tgl : Jum’at, 5 Juni 2009

Waktu : 13.-15.00 WIB

Tempat : Masjid Daarut Tauhiid Serua

Pemateri : Ustadzah Syasya

2. kajian Asmaul Husna

Hari/tgl : Rabu ( Rutin )

Waktu : 18.00-20.00 WIB

Pemateri : Ust H Edi Abu Marwa


3. kajian ke MQ an

Hari/tgl : Rabu ( Rutin )

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Ust Edi AM, Bunda Ningrum MN, Ust Dadang Sukandar

: Ust HM Andre Gunawan Mds, Al amin Ibaadurrohmaan

4. Taman Qolbun Salim ( TQS )

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : 08.00-09.00 dan 16.00-17.00 WIB

Pengajar : Muhammad Yusuf, Teguh Ginanjar, Tim santri SDM

5. Pengajian Anak warga

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : 18.00-20.00 WIB

Pemateri : Muhammad yusuf, Teguh Ginanjar, Tim santri SDM


6. Kajian Muslimah

Hari/tgl : Ahad, 28 juni 2009

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Tim Asaatidzah Daarut Tauhiid Jakarta

7. Kajian AL HIKAM

Hari/tgl : Ahad, 21 juni 2009

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Ust H Shofar Mawardi


8. Tilawah berjama’ah dan Asmaul Husna

Hari/tgl : Senin-Kamis

Waktu : 11.45-12.05 WIB

Pemandu : Muhammad Al @min Ibaadurrohmaan [ Al Ibaad ]

9. Kajian tematis Al Qur’an khusus santri Mukim

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : Ba’da Isya [ pukul 19.30-20.00 WIB ] dan Ba’da shubuh [ pukul 05.00-05.30 WIB ]

Pemateri : Ust H Edi Abu Marwa

10. Malam Bina Iman dan Taqwa

Hari/tgl : Sabtu-Ahad, 6-7 juni dan 20-21 juni 2009

Waktu : 18.00-06.00 WIB

Pemateri : Ust H Abdul Hakim

11. Malam Bina Iman dan Taqwa

Hari/tgl : Sabtu-Ahad, 13-14 Juni dan 27-28 Juni 2009

Waktu : 18.00-06.00 WIB

Pemateri : Ust H Ihsan Hakim

12. DIKLAT SAR Santri Tafaqquh Fiddin

Hari/tgl : Setiap Sabtu-Ahad [ bulan Juni s/d Agustus ]

Waktu : 16.00-16.00 WIB

Pemateri : Tim Asaatidz Daarut Tauhiid Jakarta


Untuk informasi silahkan menghubungi Humas DT Jakarta 021-7235255, 93455129

Readmore »»

Jumat, 08 Mei 2009

Hari Ini, Mungkin Kita Ada Dalam Daftarnya

oleh Addy Aba Salma

Mungkin diantara kita ada yang sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ditinggalkan oleh istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita untuk selama-lamanya. Mereka telah di panggil oleh Allah SWT yang Maha Pencipta, yang telah memberikan nikmat hidup dan menentukan jatah hidup di dunia bagi tiap-tiap hamba-Nya. Tak perlu berlama-lama kita dalam kesedihan karenanya. Jadikan itu sebagai nasehat kauniyah kepada diri kita, bahwa tiap-tiap jiwa yang bernyawa akan merasakan mati.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali ’Imraan:185)

Tak ada yang kekal di dunia ini, semua bersifat fana. Orang-orang yang kita cintai, harta, tahta, semua yang kita miliki semua fana tak ada yang abadi. Hanya ada dua perkara di dunia ini, ditinggalkan atau meninggalkan. Istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita, bisa kita yang ditinggalkan terlebih dahulu oleh mereka atau kita yang meninggalkan mereka terlebih dahulu. Tinggal menunggu ketetapan Allah SWT atas tiap-tiap diri kita.

Begitupun harta, tahta, atau semua yang kita miliki, bisa kita yang ditinggalkannya lebih dahulu atau kita yang meninggalkannya lebih dahulu. Ditinggalkannya lebih dahulu karena harta, tahta, atau semua yang kita miliki adalah cuma titipan yang diamanahkan Allah SWT kepada kita. Sewaktu-waktu Allah SWT bisa saja mengambilnya kembali dari kita. Mengambilnya dengan bangkrutnya usaha kita, terkena PHK dari pekerjaan, diberikan ujian sakit yang membutuhkan biaya banyak, atau dengan hal-hal yang lainnya.

Atau kita yang meninggalkan semuanya itu lebih dahulu, karena memang jatah hidup kita di dunia yang fana ini sudah berakhir. Semua yang kita miliki tidak ada satupun yang dapat kita bawa, kecuali amal baik dan amal buruk yang telah kita lakukan selama hidup di dunia. Semuanya itu seberat apapun amal baik dan amal buruk yang kita bawa akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab.

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Qs. Al Zalzalah:7-8)

Niatkanlah setiap langkah hidup kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya. Mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan Allah SWT kepada kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Tentunya kita semua menginginkan ketika meninggalkan dunia ini dalam keadaan Khusnul khatimah.

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan

Gambaran dari syair nasyid tersebut adalah keadaan pada saat akan datangnya sakaratul maut, tetapi ketika sakaratul maut itu sudah waktunya, takkan terbayangkan dahsyat rasa sakitnya, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR. Bukhari)

Begitulah dahsyatnya sakaratul maut, yang bisa datang kepada kita kapan saja dan dimana saja, ketika kita sedang berbaring, ketika kita sedang berdiri, ketika kita sedang melakukan ibadah kepada-Nya atau bahkan ketika kita sedang melakukan maksiat kepada-Nya, Naudzubillahi min dzalik...

Hari ini, mungkin kita ada dalam daftarnya malaikat Izrail, ketika Allah SWT memerintahkannya maka detik itu juga malaikat izrail beraksi melaksanakan tugasnya.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya….”(Al Munafiqun:11)

Wallahu a’lam bishshawab

addy.1397@gmail.com

Sumber : eramuslim.com

Readmore »»