~ Jazakalloh Khoiron Katsiro atas kehadiran n supportnya dlm acra mabit MQS PI Thn baru 1432 Hijriah, smoga dpt brmanfaat n mnjadi jln amal n elmu. Amiin.. ~

Sabtu, 01 Agustus 2009

”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”

Masihkah ada semangat diri dan bangsa ini untuk hidup lebih baik..? Bagaimana diri dan bangsa ini untuk merdeka dalam hidup ini..? Hidup ingin semangat dan merdeka tapi bagaimana caranya, sementara banyak problema hidup yang dihadapi..?

Ada waktu yang sangat istimewa di bulan agustus untuk menjawab hal itu yakni dalam:

”INDONESIA BERTARHIB RAMADHAN 1430H”

“Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H sekaligus memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia, kami-Daarut Tauhiid Jakarta-mengundang dalam acara special yang terangkai melalui Majelis Manajemen Qolbu (MMQ) dan Malam Muhasabah Qolbun Salim (MQS), insyaAllah akan dilaksanakan pada:

1. Lokasi Acara Masjid Baitul Ihsan – Bank Indonesia

Tema : “Memerdekakan Diri dengan Ramadhan”

Konsep acara : Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Sabtu - Minggu, 01 s/d 02 Agustus 2009

Waktu : 18.00 – 06.00 Wib

Narasumber : - Ust. Subkhi Al-Bughuri

- Ust. Muhsinin Fauzi, Lc, MM

- Ust. Martomo Malaing, SQ, S.Th.I. Al-Hafidz

- Ust. Edi Abu Marwa

2. Lokasi Acara Masjid Istiqlal

Tema : “Semangat dan Merdeka dengan Ramadhan”

Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Minggu, 09 Agustus 2009

Waktu : 09.00 – 13.00 Wib

Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Ust. Yusuf Mansur

3. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah

Tema : “Semangat dalam Menggapai Insan Fitri”

Konsep acara : Ceramah (Tausyiah), Dzikir dan Doa (Muhasabah)

Hari, Tanggal : Minggu, 11 Agustus 2009

Waktu : 19.30 – 20.30 Wib

Narasumber : KH. Abdullah Gymnastiar

4. Lokasi Acara Masjid Raya Pondok Indah

Tema : “Ramadhan di Rumah Kita”

Konsep acara : Ceramah/Kajian, Dialog, I’tikaf, Qiyamullail, Dzikir dan Doa

(Muhasabah) dan Bazar

Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 15 s/d 16 Agustus 2009

Waktu : 18.00 – 06.00 Wib

Narasumber : - Ust. DR. Hidayat Nur Wahid, MA.

- Ust. Muttaminul Ula

- Ust. Ikhsan Hakim

- Ust. Hasanuddin Sinaga

Info Center : 021-7235255 / Andi: 021-934 55 013/081320023123

Readmore »»

Rabu, 29 Juli 2009

Undangan MQSBI29 - "Memerdekakan Diri dengan Ramadhan"

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan"
Apa kabar Sahabat sekalian ? semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalani aktifitas kehidupan ini.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1430H sekaligus memperingati Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia,

Daarut Tauhiid Jakarta bersama Manajemen Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesai (MMBI) mengundang dalam acara special yaitu :


Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim-29 (MQS-29), Edisi Spesial TARHIB RAMADHAN (Persiapan Ramadhan 1430H)

“Memerdekakan Diri dengan Ramadhan”

Waktu :

Sabtu, 01 Agustus 2009 bertepatan dengan 10 Sya'ban 1430 H
Pukul 18:00 sd 06:00 keesokan harinya (menginap/mabit)
Bertempat di Masjid Baitul Ihsan (BI) Bank Indonesia


Nara Sumber :
- Ust. Subkhi Al-Bughuri
(Pimpinan Majelis Doa Al-Matsurat)

- Ust. Muhsinin Fauzi, Lc, MM

(Pimpinan Lembaga Konsultasi Formula Hati)

Imam Qiyamullail

Ust. Martomo Malaing, SQ, S.Th.I. Al-Hafidz

(Imam Masjid Istiqlal)

Muhasabah & Kuliah Subuh

Ust. Edi Abu Marwa

(Trainer Quantum Terjemah Qur’an)

Agenda :
Kajian Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail -
Muhasabah

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita, ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya.
Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan menghubungi :
DT Jakarta : 021- 7235255
MQS Hotline (Kasmudi) : 021- 70145049


Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan acara kegiatan ini dan semoga Alloh SWT membalas dgn lebih baik.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb
(Tim Publikasi MQSBI-29)

Readmore »»

Kamis, 18 Juni 2009

Seminar Entrepreneurship

Daarut Tauhiid Jakarta Menyelenggarakan

Seminar Enterpreneurship
"Berbisnis Dengan Hati, Bekerja Dengan Cinta"

Bersama :
Mario Teguh dan KH. Abdullah Gymnastiar

Sabtu, 20 Juni 2009
Jam 09.00 - 15:00 WIB
Ruang Mawar Balai Kartini
Jl. Gatot Soebroto Kav.3
Jakarta Selatan

Pembayaran dapat melalui transfer ke:
BNI Syariah
a.n Yayasan Daarut Tauhiid cab. Jakarta
No. rek: 016 578 1439

atau ke:
BCA cab. Ciputat
a.n Poerwanto
no.rek 676.008.5152

bukti transfer dan nama serta nomor Tlp/HP mohon di fax ke 021-7235258 (sebagai tanda konfirmasi)

Investasi Rp. 750 ribu
Informasi dan Reservasi:
Dadang H. 081513502214
Aditya 02193548854
Sofyan 083890796000

Hasil Penjualan Tiket akan disumbangkan ke :
Sekolah Gratis Khusus Dhuafa - Adzkia Islamic School

Tiket dapat diperoleh di:
Sekretariat Daarut Tauhiid Jakarta
Jl. Laksana I No. 8 Blok S Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp: 021-7235255

Readmore »»

Selasa, 09 Juni 2009

Jadwal Kegiatan DT Jakarta Juni 2009

Agenda Kajian MQ

1. MMQ Elnusa
Hari/Tanggal : Selasa, 02 Juni 2009
Waktu : 18.00 - 20:30 WIB
Tempat : Masjid Baitul Hikmah, Graha Elnusa
Jl. TB. Simatupang Kav. 1B Cilandak
Pemateri : Tim Assatidz DT

2. MMQ Pondok Indah
Hari/Tanggal : Selasa, 9 Juni 2009
Waktu : 19.00 - 21:00 WIB
Tempat : Masjid Raya Pondok Indah
Jl. Sultan Iskandar Muda No.1
Pondok Indah - Jakarta Selatan
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

3. MMQ Istiqlal
Hari/Tanggal : Ahad, 14 Juni 2009
Waktu : 12.00 - 15:00 WIB
Tempat : Masjid Istiqlal
Jl. Taman Wijaya Kusuma Jakarta Pusat
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

4. MMQ Bank Indonesia
Hari/Tanggal : Senin, 22 Juni 2009
Waktu : 18:00 - 20:30 WIB
Tempat : Masjid Baitul Ihsan, Komp. Bank Indonesia
Jl. Budi Kemulyaan MH. Thamrin Jakarta Pusat
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

5. MMQ Jakarta Islamic Center
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Juni 2009
Waktu : 12:00 - 15:00 WIB
Tempat : Masjid Jakarta Islamic Center
Jl. Keramat Raya, Tugu Utara
Koja - Jakarta Utara
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar

Agenda kegiatan Masjid Daarut Tauhiid Serua

1. Pengajian Muslimah

Hari/tgl : Jum’at, 5 Juni 2009

Waktu : 13.-15.00 WIB

Tempat : Masjid Daarut Tauhiid Serua

Pemateri : Ustadzah Syasya

2. kajian Asmaul Husna

Hari/tgl : Rabu ( Rutin )

Waktu : 18.00-20.00 WIB

Pemateri : Ust H Edi Abu Marwa


3. kajian ke MQ an

Hari/tgl : Rabu ( Rutin )

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Ust Edi AM, Bunda Ningrum MN, Ust Dadang Sukandar

: Ust HM Andre Gunawan Mds, Al amin Ibaadurrohmaan

4. Taman Qolbun Salim ( TQS )

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : 08.00-09.00 dan 16.00-17.00 WIB

Pengajar : Muhammad Yusuf, Teguh Ginanjar, Tim santri SDM

5. Pengajian Anak warga

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : 18.00-20.00 WIB

Pemateri : Muhammad yusuf, Teguh Ginanjar, Tim santri SDM


6. Kajian Muslimah

Hari/tgl : Ahad, 28 juni 2009

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Tim Asaatidzah Daarut Tauhiid Jakarta

7. Kajian AL HIKAM

Hari/tgl : Ahad, 21 juni 2009

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Pemateri : Ust H Shofar Mawardi


8. Tilawah berjama’ah dan Asmaul Husna

Hari/tgl : Senin-Kamis

Waktu : 11.45-12.05 WIB

Pemandu : Muhammad Al @min Ibaadurrohmaan [ Al Ibaad ]

9. Kajian tematis Al Qur’an khusus santri Mukim

Hari/tgl : Senin-Jum’at

Waktu : Ba’da Isya [ pukul 19.30-20.00 WIB ] dan Ba’da shubuh [ pukul 05.00-05.30 WIB ]

Pemateri : Ust H Edi Abu Marwa

10. Malam Bina Iman dan Taqwa

Hari/tgl : Sabtu-Ahad, 6-7 juni dan 20-21 juni 2009

Waktu : 18.00-06.00 WIB

Pemateri : Ust H Abdul Hakim

11. Malam Bina Iman dan Taqwa

Hari/tgl : Sabtu-Ahad, 13-14 Juni dan 27-28 Juni 2009

Waktu : 18.00-06.00 WIB

Pemateri : Ust H Ihsan Hakim

12. DIKLAT SAR Santri Tafaqquh Fiddin

Hari/tgl : Setiap Sabtu-Ahad [ bulan Juni s/d Agustus ]

Waktu : 16.00-16.00 WIB

Pemateri : Tim Asaatidz Daarut Tauhiid Jakarta


Untuk informasi silahkan menghubungi Humas DT Jakarta 021-7235255, 93455129

Readmore »»

Jumat, 08 Mei 2009

Hari Ini, Mungkin Kita Ada Dalam Daftarnya

oleh Addy Aba Salma

Mungkin diantara kita ada yang sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ditinggalkan oleh istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita untuk selama-lamanya. Mereka telah di panggil oleh Allah SWT yang Maha Pencipta, yang telah memberikan nikmat hidup dan menentukan jatah hidup di dunia bagi tiap-tiap hamba-Nya. Tak perlu berlama-lama kita dalam kesedihan karenanya. Jadikan itu sebagai nasehat kauniyah kepada diri kita, bahwa tiap-tiap jiwa yang bernyawa akan merasakan mati.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Qs. Ali ’Imraan:185)

Tak ada yang kekal di dunia ini, semua bersifat fana. Orang-orang yang kita cintai, harta, tahta, semua yang kita miliki semua fana tak ada yang abadi. Hanya ada dua perkara di dunia ini, ditinggalkan atau meninggalkan. Istri, anak, saudara, teman, sahabat bahkan orang tua kita, bisa kita yang ditinggalkan terlebih dahulu oleh mereka atau kita yang meninggalkan mereka terlebih dahulu. Tinggal menunggu ketetapan Allah SWT atas tiap-tiap diri kita.

Begitupun harta, tahta, atau semua yang kita miliki, bisa kita yang ditinggalkannya lebih dahulu atau kita yang meninggalkannya lebih dahulu. Ditinggalkannya lebih dahulu karena harta, tahta, atau semua yang kita miliki adalah cuma titipan yang diamanahkan Allah SWT kepada kita. Sewaktu-waktu Allah SWT bisa saja mengambilnya kembali dari kita. Mengambilnya dengan bangkrutnya usaha kita, terkena PHK dari pekerjaan, diberikan ujian sakit yang membutuhkan biaya banyak, atau dengan hal-hal yang lainnya.

Atau kita yang meninggalkan semuanya itu lebih dahulu, karena memang jatah hidup kita di dunia yang fana ini sudah berakhir. Semua yang kita miliki tidak ada satupun yang dapat kita bawa, kecuali amal baik dan amal buruk yang telah kita lakukan selama hidup di dunia. Semuanya itu seberat apapun amal baik dan amal buruk yang kita bawa akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab.

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Qs. Al Zalzalah:7-8)

Niatkanlah setiap langkah hidup kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya. Mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan Allah SWT kepada kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Tentunya kita semua menginginkan ketika meninggalkan dunia ini dalam keadaan Khusnul khatimah.

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan

Gambaran dari syair nasyid tersebut adalah keadaan pada saat akan datangnya sakaratul maut, tetapi ketika sakaratul maut itu sudah waktunya, takkan terbayangkan dahsyat rasa sakitnya, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR. Bukhari)

Begitulah dahsyatnya sakaratul maut, yang bisa datang kepada kita kapan saja dan dimana saja, ketika kita sedang berbaring, ketika kita sedang berdiri, ketika kita sedang melakukan ibadah kepada-Nya atau bahkan ketika kita sedang melakukan maksiat kepada-Nya, Naudzubillahi min dzalik...

Hari ini, mungkin kita ada dalam daftarnya malaikat Izrail, ketika Allah SWT memerintahkannya maka detik itu juga malaikat izrail beraksi melaksanakan tugasnya.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya….”(Al Munafiqun:11)

Wallahu a’lam bishshawab

addy.1397@gmail.com

Sumber : eramuslim.com

Readmore »»

Jumat, 24 April 2009

Hikmah Nasehat Menasehati

Oleh : Aa Gym

Saudaraku yang baik, dalam Al Qur’an surat Al Ashr, Allah menjelaskan kepada kita tentang ciri orang beriman. Yaitu, orang-orang yang saling menasehati dalam kebeneran dan kesabaran. Artinya, setiap muslim beriman hendaknya berupaya semaksimal mungkin untuk saling mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada hal yang akan mendekatkan kepada Allah. Dan, melarang dari perbuatan yang tidak disukai Allah.


Salah satu hikmah mengapa kita harus saling menasehati adalah karena setiap orang mendambakan keselamatan hidup. Keselamatan dari kerusakan, dari hal-hal yang membahayakan dirinya, lahir atau batin. Dan, harus ada yang memberitahukan kepada kita tentang hal-hal yang tidak kita ketahui tersebut. Pemberitahuan itulah yang bisa jadi sebuah nasehat, masukan atau kritikan. Sehingga, sungguh sangat penting sebuah nasehat dalam kehidupan kita. Agar kita tahu kekurangan kita dan segera memperbaikinya.

Sayangnya, diantara kita masih belum siap menerima kritikan, nasehat dari orang lain. Terlebih jika orang yang memberi nasehat itu kita anggap lebih rendah dari kita. Sehingga, langkah awal kita untuk mengamalakan ayat di atas, adalah berusaha menerima kritikan, saran dari siapapun tentang diri kita, tanpa melihat dari siapa yang mengeluarkan nasehat trersebut.

Kita harus selalu bahagia, ketika ada yang memberikan saran kepada kita. Ibarat cermin, kita selalu ingin tampak rapih di depan cermin. Jika ada yang berantakan tanpa segan kita membetulkannya. Kita tidak kesal dengan cermin yang menampilkan bayangan kita yang berantakan. Justru kita tetap merapihkan bagian yang kurang bagus. Begitulah orang yang selalau senang menerima kritikan dari orang lain. Ia akan berterima kasih, bukannya marah atau kesal. Yang ia lakukan selanjutnya adalah segera memperbaiki kekurangan yang disebutkan itu, seperti saat ia lantas merapihkan dirinya di depan cermin.

Subhannalah, andai setiap orang mampu bersikap seperti hal ini. Senang menerima kritikan dan segera memperbaikinya, tentu setiap akhlaq, perilaku kita dapat terjaga. Begitu ada yang salah dengan sikap kita, orang yang lain sigap memberitahukannya. Mudah-mudahhan suatu saat kita memiliki lingkungan seperti ini. Inilah hidup jika saling menasehati, Insya Allah. (yn)***

Readmore »»

Senin, 06 April 2009

Jadwal Kajian MMQ DT April 2009

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Jakarta menyelenggarakan kajian Kajian MQ Bulan April 2009. Dengan agenda kegiatan sebagai berikut:
1. Selasa, 7 April 2009, Puku.18.30 - 20.30 wib. Masjid Baitul Hikmah, Graha ELNUSA, Jl.TB. Simatupang, Kav.1B – Cllandak. Bersama Tim Assatidz DT

2. Ahad, 12 April 2009 Pkl. 12.00 - 15.00 wib. Masjid lstiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma - Jakarta Pusat. Bersama KH.AbuIIah Gymnastiar

3. Selasa 14 April 2009, Pukul. 19.00 - 21.00 wib. Masjid Raya Pondok lndah Jl. Sultan Iskandar Muda N0. 1 Pondok lndah . Bersarna KH. Abdullah Gymnastlar

4. Senin, 27 April 2009, Pk!. 19.30 - 21.00 wlb. Masjid Baitul Ihsan, Komp. Bank lndonesia Jl. Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat. Bersama KH. Abdullah Gymnastiar

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi DT Jakarta:
Sekretariat DT Jakarta, Jl. Laksana I, No. II, Blok 5, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 121180 Telp. 021-7215255 Fax. 021-7215258

Readmore »»

Rabu, 18 Maret 2009

Undangan MQSBI 28 - Edisi Spesial Sirah Nabawiyah

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh,.

Alhamdulillah, Allahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala aalihi wa sahbihi wasallim

Nabi Muhammmad SAW telah berprofesi sebagai pedagang selama 25 tahun ketika beliau menerima wahyu.
Aspek bisnis Muhammad saw luput dari perhatian kebanyakan perhatian orientalis.
Mungkin dianggap kontroversial dan tidak menarik dalam perdebatan teologis.

Perhatian terhadap aspek bisnis Muhammad saw ini mulai mengemuka seiring dengan munculnya kembali konsep ekonomi Islam.
Selain membangun kerangka teori ekonomi Islam dan berbagai aspeknya, dan dicari tokoh yang dapat dijadikan teladan dalam pengelolaan sumber-sumber ekonomi.
Nabi Muhammad SAW adalah figur sangat tepat sebagai teladan dalam bisnis dan perilaku ekonomi yang baik.
Beliau tidak hanya memberikan tuntunan dan pengarahan tentang bagaimana kegiatan ekonomi dilaksanakan,
tetapi beliau mengalami sendiri menjadi seorang pengelola bisnis atau wirausaha.

Bapak, Ibu, Sahabat-sahabat sekalian.
Divisi Dakwah Daarut Tauhiid Jakarta bekerja sama dengan Manajemen Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, mempersembahkan :

Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim-28 (MQS-28)
Edisi Sirah Nabawiyah
"Belajar Bisnis pada Rasulullah SAW "


Waktu :
Sabtu 28 Maret 2009 bertepatan dengan 1 Robi'ul Akhir 1430 H
Pukul 18:00 sd 06:00 keesokan harinya (menginap / Mabit)
Bertempat di Masjid Baitul Ihsan (BI) Bank Indonesia
Jl. MH. Thamrin / Jl. Budi Kemuliaan

Nara Sumber :
- Ust. Jafril Khalil, PhD, MCL, FIIS.DIF
(Pakar Ekonomi Islam)
- Ust. Tengku Zulkarnain, MA.
(Pengisi Kajian Sirah Nabawiyah DT Jakarta)

Imam Qiyamullail :
Ust. Rafiudin Mahfudz, Al-hafidz.
(Imam Masjid Istiqlal)

Muhasabah :
Ust. Dadang S
(DT Jakarta)

Moderator & Spirit MQ Pagi :
Ust. Hari Sanusi
(DT Jakarta)

Agenda :
Kajian Tematik & Dialog interaktif - Qiyamullail - Muhasabah - Dzikir

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita, ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya.

Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan menghubungi :
MQS Hotline (Kasmudi) : 021-70145049
Yasir : 021-93455129
Saman : 08128624761

Jazakumullah khoiron katsiiroo,
atas bantuannya dalam ikut menginformasikan acara kegiatan ini
Semoga jadi ladang amal dan dimudahkan untuk bisa hadir.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Tim Publikasi MQS-28)
www.majelisqolbunsalim.blogspot.com


Readmore »»

Selasa, 17 Maret 2009

Kekuatan Air Mata


oleh M. Arif As-Salman

Ia hadir hampir dalam setiap denyut nadi gerakan dan aktivitas mahasiswa. Penampilannya sederhana. Sikapnya santun. Mudah tersenyum. Suka menyapa, perhatian, dan ringan tangan. Saya baru mengenalnya ketika mengikuti sebuah acara seminar. Ia tampil sebagai pemateri. Air mukanya yang jernih dan tenang telah mampu menarik perhatian setiap pendengar. Untaian kata-katanya yang lembut, jelas dan tepat semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang. Kata-katanya penuh ilmu dan hikmah. Bahkan candanya sekalipun tak kosong dari ilmu dan hikmah. Sehingga kesempatan bisa duduk dan ngobrol dengannya menjadi kesenangan tersendiri bagi saya.

Sangat gemar membaca, tak jarang setelah seharian kuliah ia sering ditemukan asyik menikmati buku-buku di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK). Full aktivitas, kegiatannya hampir tak terputus dan tanpa henti. Kendati demikian ia tidak pernah kehilangan kesempatan shalat berjamaah di mesjid, takbir pertama bersama imam. Walau sibuk, ia tak lupa menyempatkan diri bermesraan dengan mushâf saku yang selalu ia bawa. Ia selalu tampak kuat, bersemangat dan bisa menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik. Kebaikan yang ada pada dirinya mendorong saya untuk ingin lebih dekat mengenalnya. Saya ingin mengetahui apa yang menjadi rahasia kekuatan semangat, ketenangan dan kejernihan hati dan pikirannya.

Menurut salah seorang teman yang tinggal serumah dengannya, bahwa ia sering kedapatan menangis. Ya, ia sering ditemukan terisak menangis. Ketika ditanya kenapa ia menangis, ia berkata, "Akhi, kita hidup di dunia hanya sebentar, kematian datang kapan saja, setiap amal kita akan dihisab dan saya tidak tahu apakah kelak di akhirat saya akan tergolong menjadi ahli sorga ataukah neraka."
Suatu kali ketika shalat subuh berjamaah, saya berdiri di sampingnya. Dan saat itu imam membaca ayat, "Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Maka dia akan berteriak, "celakalah aku". Dan dia akan masuk kedalam api yang menyala-nyala(neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira dikalangan kaumya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya). (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya." (Al-Insyiqâq: 10-15 ). Saya mendengar ia menangis sejadi-jadinya, saya seakan-akan mendengarkan air mendidih dari rongga dadanya.
Seusai shalat, saya melihat tangisan itu masih membekas di wajahnya. Hatinya begitu lembut, begitu mudah tersentuh dengan Al-Qur`ân.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh pendahulu kita, para Al-Salafus Sâlih. Menurut suatu riwayat, jika mengerjakan shalat subuh, Umar Ra. sering membaca surat Al-Kahfi, Thaha dan surat-surat lain yang sama panjangnya dengan surat itu. Pada saat itulah Umar Ra. sering menangis sehingga tangisannya terdengar ke barisan belakang. Pada suatu ketika dalam shalat subuh , Umar Ra. membaca surat Yusuf, ketika sampai pada ayat, "Sesungguhnya hanya pada Allah saya mengadukan kesusahan dan kesedihanku. " ( Yusuf : 86 )
Umar Ra. menangis terisak-isak sehingga suaranya tidak lagi terdengar ke belakang. Terkadang dalam shalat tahajudnya Umar Ra. membaca ayat-ayat Al-Qur`ân sambil menangis sehingga ia terjatuh dan sakit. Inilah perasaan takut pada Allah seorang yang apabila disebut namanya saja, akan menggetarkan dan membuat takut hati raja-raja besar.

Rasulullah Saw. bersabda, "Akar dari kebijaksanaan adalah takut kepada Allah."
Suatu hari Rasulullah Saw. melewati seorang sahabat yang sedang membaca Al-Qur`ân, ketika sahabat tadi sampai pada ayat, "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah seperti kulit yang merah." (Ar-Rahman: 37), maka bulu pembaca tadi berdiri tegak dan dia menangis terisak-isak dan berkata, "Aduh, apakah yang akan terjadi pada diriku apabila langit terbelah pada hari kiamat? Sungguh malang nasibku." Nabi berkata padanya, "Tangisanmu membuat para malaikat ikut menangis bersamamu."
Abdullah bin Rawahah salah seorang sahabat Rasulullah Saw., pada suatu hari menangis dengan sedihnya, melihat keadaan itu istrinya pun turut menangis bersamanya. Dia bertanya pada istrinya, "Kenapa engkau menangis?" istrinya menjawab, "Apa yang menyebabkan engkau menangis, itulah yang menyebabkan saya menangis." Abdullah berkata, "Ketika saya ingat bahwa saya harus menyeberangi neraka melalui shirat, saya tidak tahu apakah saya akan selamat atau tidak."

Rasulullah Saw. bersabda : "Wajah yang dibasahi air mata karena takut pada Allah walaupun sedikit akan diselamatkan dari api neraka." Beliau juga bersabda, "Jika seseorang menangis karena takut pada Allah maka dia tidak akan masuk neraka, seperti tidak mungkinnya air susu masuk kembali ke putingnya."
Aisyah bertanya kepada Rasulullah Saw., "Adakah diantara pengikut-pengikutmu yang akan masuk surga tanpa hisab?", "Ia" jawab Nabi. "Dia adalah orang yang banyak menangis karena menyesali dosa-dosa yang telah ia lakukan."
Dalam kesempatan lain Rasulullah Saw. bersabda, "Ada dua jenis tetesan yang sangat disukai oleh Allah, tetesan air mata karena takut pada-Nya dan tetesan darah karena perjuangan di jalan-Nya."

Sungguh masih banyak lagi riwayat yang menjelaskan penting dan bermanfaatnya menangis karena takut pada Allah Swt. sambil menyesali dosa-dosa dan mengingat kebesaran Allah. Dan kisah-kisah diatas adalah suatu teladan bagi kita.
Ternyata air mata tidak selamanya menjadi simbol kelemahan, di dalamnya justru terdapat kekuatan, ada daya rubah yang luar biasa. Dengannya banyak pekerjaan besar bisa diselesaikan secara optimal. Terutama saat-saat bersama Al-Qur`ân, disaat sendiri mengingat dosa dan kesalahan.

Marilah kita melihat diri kita yang bergelimang dengan noda dan dosa, diri yang tidak pernah merasa takut dengan siksa Allah. Mata yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah menangis karena takut pada Allah. Dan mari kita hitung, sampai detik ini, sudah berapa kali air mata kita menetes karena takut pada Allah? Karena mengingat dosa-dosa dan kesalahan kita dan karena mengingat siksa-Nya. Wallâhul musta`ân wa a`lam

Cairo,
marif_assalman@yahoo.com

Readmore »»

Kamis, 05 Maret 2009

JADWAL KAJIAN DT JAKARTA MARET 2009

JADWAL KEGIATAN KAJIAN DAARUT TAUHIID JAKARTA BULAN MARET 2009

1. Kajian MMQ Baitul Hikmah Enusa
Tempat : Masjid Baitul Hikmah Elnusa, Jln. TB Simatupang Jakarta Selatan
Waktu : Selasa, 03 Maret 2009 Jam : 18.00 – 20.00 Wib.
Pemateri : Ust. Komarrudin Cholil, S.Ag

2. Kajian MMQ ISTIQLAL.
Tempat : Masjid Istiqlal , Taman Wijaya Kusuma – Jakarta Pusat
Waktu : Ahad , 08 Maret 2009 Jam : 12.00 – 15.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

3. Kajian MMQ Jakarta Islamic Center
Tempat : Masjid Jakarta Islamic Center , Koja Jakarta Utara
Waktu : Senin , 9 Maret 2009 Jam : 10.00-12.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

4. Kajian MMQ Pondok Indah
Tempat : Masjid Raya Pondok Indah – Jakarta Selatan
Waktu : Selasa, 10 Maret 2009 jam : 19.00 – 21.00 wib
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

5. Kajian MMQ Baitul Ihsan – Bank Indonesia
Tempat : Masjid Baitul Ihsan , Jln. Budi Kemulyaan-Jakarta Pusat
Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 19.00 – 21.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

6. Kajian Muslimah Baitul Ihsan
Tempat : Aula Masjid Baitul Ihsan – Bank Indinesia
Waktu : Senin , 23 Maret 2009 Jam : 16.00 – 18.00 wib.
Pemateri : Ustdz. Hj. Ningrum Maurice Nugroho

7. Kajian Muslimah Pondok Indah
Tempat : Aula Masjid Raya Pondok Indah- Jakarta Selatan
Waktu : Selasa 10 Maret 2009 jam : 15.30 – 18.00 wib.
Pemateri : Ustdz. Hj. Ningrum Maurice Nugroho

Informasi Kajian DT Jakarta :
Riri ( 021-7235255 / 021-92837428 / 0815-9998064 )
aryanti_dtjkt@yahoo.com

Readmore »»

Senin, 02 Maret 2009

Memaknai Cinta Yang Sesungguhnya

oleh M. Arif As-Salman

Beberapa waktu yang lalu, sepulang mengantar istri ke kuliah, saya menaiki Bis 939 jurusan Hay Asyir. Bisnya lumayan penuh, tidak ada tempat untuk duduk. Dalam keramaian tersebut saya bertemu dengan Ziyad. Ziyad adalah salah seorang teman dekat saya. ia baru menyempurnakan setengah agamanya. Saya turut hadir dalam acara pernikahannya dan ikut merasakan kebahagiaan yang ia rasakan.

Sudah begitu lama kami menjalin ukhuwah. Itu berawal saat pertama kali saya bertemu dengannya ketika shalat di mesjid dekat apartemen saya. Pertemuan pertama memberi kesan yang kuat dalam hati saya, dari tutur kata, keramahan dan sikapnya membuat saya kagum dan tertarik untuk lebih jauh mengenalnya. Hingga pada akhirnya terjalinlah hubungan yang erat diantara kami. Ia saya kenal sebagai seorang yang taat menjalankan agama. Di kalangan teman-teman, ia dikenal supel dan simpatik. Kata-katanya selalu memompa semangat yang lagi kendor, tak heran banyak yang datang padanya kalau lagi futur. Bijak memilih kata-kata sebelum diucapkan dan yang paling membuat saya merasa salut, ia setiap hari selalu menyediakan waktu untuk berziarah. Full aktivitas, kendati demikian, ia tak pernah kehilangan kesempatan shalat berjama'ah di mesjid, shaf terdepan dan takbir pertama bersama imam.

Walau telah menikah, shalat jama'ah tak pernah absen dan untuk berziarah selalu ada waktu yang ia sediakan. Saya masih ingat dengan kata-kata yang ia ucapkan pada saya sebelum hari pernikahannya, ketika saya bertanya padanya tentang makna sebuah cinta. Ia berkata,
"Akhi, dari lubuk hati yang paling dalam, dengan jujur saya lebih mencintai Allah, RasulNya dan jihad dijalanNya. Kecintaan yang melebihi kecintaan saya atas segalanya, atas kedua orang tua dan diri saya sendiri. Saya menikah semata-mata hanya karena Allah, untuk Allah dan mengharap ridha dan pahala dari Allah. Saya mendambakan seorang istri yang solehah, yang membantu saya dalam ketaatan dan kebaikan. Ketika saya benar, ia tidak ragu untuk mendukung saya, ketika saya salah, ia tidak segan, malu dan takut untuk menegur dan mengingatkan saya dengan cara yang baik, lembut dan penuh kebijaksanaan. Seorang istri yang ketika saya melihat padanya, hati saya merasa tenang, ketika saya perintah ia patuh, ketika saya tinggalkan, ia menjaga harta dan dirinya. Seorang istri yang mencintai saya sepenuhnya yang selalu mengharap ridha saya dan yang menyerahkan pengabdian hidupnya pada saya.

Seorang istri yang bersegera ketika saya ajak pada kebaikan dan ikhlas menerima perbaikan ketika ternyata ia telah keliru dan salah. Namun, bila istri tidak patuh pada saya, mengangkat suara dihadapan saya, meninggikan diri dihadapan saya, selalu lambat ketika saya ajak pada kebaikan dan ketaatan, lalai dengan tugas dan tanggung jawab serta enggan dinasehati. Terlena dengan kehidupan duniawi. Lebih mencintai dunia dari pada akhirat, tidak patuh pada perintah Allah dan RasulNya, dan tidak mendukung saya ketika saya benar, tidak mengingatkan ketika salah dan tidak mau menerima nasehat. Maka, ketahuilah akhi, saya ikhlas berpisah dengannya dan saya tidak akan ragu dan takut sedikitpun untuk menceraikannya, walau ia cantik sekalipun. Saya yakin dengan janji Allah, bahwa Allah pasti akan memberi saya ganti yang lebih baik. Rahmat Allah maha luas, khazinah Allah tidak akan pernah habis dan tidak sulit bagi Allah untuk itu."

Dan pertemuan di Bis tersebut adalah kesempatan bagi saya untuk memintanya bercerita tentang keadaannya saat ini dan sayapun bertanya, "Apakah akhi telah menemukan bidadari impian akhi?" ia menjawab, "Alhamdulillah akhi, innaha lani'ma zaujah, Allah telah mengabulkan proposal yang saya ajukan sejak tiga tahun yang lalu, persis seperti yang saya minta dalam do'a saya pada Allah. Saya bersujud syukur pada Allah, Allah telah mengaruniakan saya seorang bidadari berhati embun, cahaya dan pelangi. Keindahan diatas keindahan."
"Barakallahu laka wa Baraka 'alaika wajama'a Bainakuma fikhairin Akhi Ziyad."
Bila kita tengok kebelakang, para salafus soleh telah membuktikan cinta mereka pada Allah dan RasulNya.

Anas r.a berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda : "Tiga hal yang jika terdapat dalam diri seorang muslim, maka dia akan dapat merasakan manisnya iman, yaitu: 1. Mencintai Allah dan RasulNya melebihi kecintaan dari segalanya, 2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah, 3. Benci untuk kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan kedalam neraka."
Suatu ketika Umar bin khatab berkata, "Wahai Rasulullah, saya mencintaimu lebih dari segalanya kecuali nyawa saya, kemudian Nabi bersabda, "Seseorang tidak akan menjadi mukmin yang sempurna sebelum dia lebih mencintai aku dari pada dirinya sendiri, lalu Umar berkata lagi, "Sekarang saya mencintai engkau lebih dari diri saya sendiri, Beliau bersabda, "Sekarang ya Umar ( sudah sempurna keimananmu ).

Sungguh sangat banyak kisah kecintaan para salafus soleh pada Allah, Rasul dan semangat mereka berkorban dijalan Allah yang terukir dalam sejarah. Mereka generasi terbaik umat ini. Generasi pilihan yang diabadikan namanya dalam Al-Qur'an. Setiap lembar sejarah senantiasa menempatkan mereka pada urutan pertama dalam kemuliaan dan pengorbanan. Nah, sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, kemudian jawablah dengan jujur, "Apakah saya telah mencintai Allah dan RasulNya melebihi atas segalanya?".

marif_assalman@yahoo.com

Readmore »»

Jumat, 27 Februari 2009

Tausiyah "Dakwah Jalan Kami"

AL HABIB HASAN ASSEGAF USTAD ARIFIN ILHAM DAKWAH JALAN KAMI

Readmore »»

Selasa, 24 Februari 2009

Kalam Hikmah: Peka dan Peduli Terhadap Derita Orang Lain

Oleh Ust. Abdul Hakim S, Si
Majalah Shaff Edisi 19 Th.II Oktober-Nopember 2008

"Aku beristighfar mohon ampun kepada Allah swt selama tiga puluh tahun karena mengatakan Alhamdulillâh," ujar al-Syibli rahimahullâhu Ta'ala pada suatu hari kepada muridnya.
"Bukankah ucapan Alhamdulillâh adalah pujian dan syukur terhadap Allah, mengapa mesti beristighfar karenanya?" tanya muridnya heran. "Karena ucapan itu lahir dari perasaan yang salah" jawab al-Syibli.

Maka al-Syibli pun mulai bercerita, "Tiga puluh tahun lalu aku adalah seorang pedagang kain di pasar kota Baghdad ini. Suatu hari terjadi kebakaran hebat di kota Baghdad. Merasa cemas dengan keselamatan daganganku, segera aku bergegas menuju pasar. Api pun telah membakar di mana-mana. Seluruh toko di pasar itu hangus terbakar, kecuali tokoku sendiri.

Melihat tokoku tidak terbakar api, spontan aku mengatakan Alhamdulillâh! Tetapi sesaat kemudian aku menyesali ucapanku, karena Alhamdulillâh yang aku katakan adalah ungkapan kegembiraan melihat tokoku selamat tetapi tidak peduli dengan toko lain yang hangus dimakan api. Setiap mengenang kejadian itu aku beristighfar mohon ampun kepada Allah".

Melihat orang-orang yang tinggal di kolong jembatan, kita ingat rumah kita yang layak dan enak, maka kita pun mengatakan Alhamdulillâh.
Jika ucapan ini lahir dari rasa senang terhadap nikmat yang kita dapatkan tanpa ada rasa prihatin terhadap penderitaan orang yang tidak punya tempat tinggal itu, maka kita harus beristighfar memohon ampun kepada Allah atas tidak pekanya perasaan kitaMelihat orang lain yang menderita kelaparan, kita ingat bahwa kita selalu mendapatkan makanan setiap hari, lantas kita mengatakan Alhamdulillâh.

Nabi saw bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidaklah beriman seseorang sampai ia menyukai kebaikan bagi saudaranya seperti ia menyukai kebaikan untuk dirinya sendiri." (HR. al-Bukhari, Muslim, al-Nasai dan al-Tirmidzi dari Anas bin Malik ra)

Artinya jika kita senang perut kita kenyang maka jika ada orang lain yang kelaparan maka terasa perihlah hati kita dan kita pun rela berbagi makanan dengan mereka. Itu tandanya ada iman di hati kita.

Jika kita senang tubuh kita sehat, melihat orang lain yang sedang sakit terasa perihlah hati kita dan terdorong untuk meringankan penderitaan orang itu. Ini tandanya ada iman di hati kita.
Puasa Ramadhan mengajarkan kita arti lapar dan haus. Kita berpuasa, ada makan sahurnya dan ada berbukanya. Kita berpuasa hanya tiga belas setengah jam di siang hari, bukan sehari semalam. Kita berpuasa hanya sebulan dalam satu tahunnya, bukan sepanjang tahun. Puasa kita memang singkat, tetapi tafakur kita lah yang harus sangat panjang. Tafakur panjang membuat mata dan telinga hati kita mendengar dan melihat jeritan derita orang di sekitar kita.

Tidak sedikit orang yang berpuasa dua puluh empat jam dalam satu hari, tanpa makan sahur tanpa berbuka. Mereka berpuasa karena memang tidak ada makan. Jika kita menderita karena menahan lapar dan haus dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka pasti jauh lebih menderita karena kelaparan yang sudah terlalu lama.

"Tidaklah beriman seseorang sampai ia menyukai kebaikan bagi saudaranya seperti ia menyukai kebaikan untuk dirinya sendiri."

Readmore »»

Senin, 16 Februari 2009

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas

Seri Mutiara Al Hikam
Oleh Aa Gym

Syaikh Ahmad Ibnu Athaillah berkata dalam kitab Al Hikam,

“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan”
Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas.

“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”.
Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas.


Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia, karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan, yaitu sebuah keikhlasan.

Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,
Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk
Sayyidina ’Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia
Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan yang harus senantiasa kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.

Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.

Bahkan orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui akan masalah yang kita hadapi tersebut.

Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas. Amiin.

Readmore »»

Jumat, 13 Februari 2009

Amplop Titipan Ustad

oleh Saad Saefullah

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur—perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Suatu pagi, ketika saya sedang menjemur pakaian, itu (dengan mencuci tentunya) merupakan pekerjaan saya pada pagi hari, seorang gadis datang ke pekarangan rumah kontrakan kami dengan tergopoh-gopoh. Matanya berkaca-kaca dan ia bicara dengan suara tangis yang tersendat, “Maaf Pak, saya menganggu…” ujarnya, tanpa basa-basi, “Saya berasal dari Cikampek dan saya hendak ke Plered. Saya kehabisan ongkos. Kalau Bapak berkenan saya ingin menjual kerudung yang tengah saya pakai ini sama Bapak…. Saya sudah tidak punya uang lagi…”

Saya mengernyitkan kening. Bingung bagaimana menanggapinya. Saya kemudian tak urung memintanya untuk menunggu sebentar, dan saya menemui istri di kamar yang tengah menyusui bayi laki-laki kami. Saya terangkan permasalahannya, dan kemudian bertanya padanya, “Kita punya uang berapa lagi sekarang?”
Istri saya menjawab, “Tinggal dua puluh ribu lagi….”
Saya terdiam, namun kemudian berbicara dengan suara sedikit serak. “Bagi dua ya. Kita sedekahkan setengahnya…”
Istri saya setuju. Jauh di lubuk hati saya berpikir keras, cukup apa kemudian Rp. 10 ribu sisanya buat kami untuk kebutuhan satu hari saja? Ada bayi dan seorang anak kecil, dan dua orang dewasa di rumah ini yang perlu makan? Tapi saya tidak berpikir panjang lagi.

Kemudian saya menemui gadis itu yang sudah mencopot kerudungnya. “Berapa lagi yang kamu perlukan untuk sampai ke Plered?” tanya saya.
Jawabnya, “Sekitar Rp. 6000, Pak…”.
“Maaf, ini saya hanya punya segini, semoga bisa bermanfaat…” ujar saya. Gadis itu menyodorkan kerudungnya, “Ini kerudungnya, Pak…”
Saya menggeleng, “Tidak. Kamu pakai kerudung kamu lagi. Bantuan saya tidak ada apa-apanya, hanya semoga saja bisa membantu kamu, setidaknya untuk sampai ke Plered, tujuan kamu…”
Gadis itu menangis lagi, “Terima kasih, Bapak. Saya sudah sejak dari tadi, sudah sejak dari jalan besar sana meminta bantuan, tapi tidak ada yang mau menolong saya… Terima kasih, Bapak…”

Gadis itu permisi. Saya melanjutkan kembali menjemur pakaian dengan otak yang berpikir keras. Uang Rp. 10.000 yang tertinggal bersama kami mungkin akan dibelikan tahu, telur 2, dan sebungkus mi instan. Saya berkata kepada istri saya. “Kamu sama si Teteh (anak perempuan saya yang pertama yang masih berumur 3 tahun) makan sama telur dan tahu. Biar saya makan sama mi saja…”
Istri saya menukas, “Tapi Ayah kan sudah makan mi instan selama tiga hari ini berturut-turut…”
Saya tersenyum, “Untuk periode sekarang, sepertinya nggak apa-apalah dulu. Yang penting kamu sama si Teteh jangan sampai kekurangan gizi dulu…”
Istri saya terdiam, kembali tenggelam menyusui anak kami yang kedua.

Sisa hari itu dilalui dengan biasa saja. Malamnya, saya harus pergi ke pengajian yang letaknya sekitar 4 kilo dari rumah. Saya tidak menggunakan angkot ketika itu karena uang yang tertinggal hanya Rp. 2000 lagi dan saya tinggalkan bersama istri.
Seusai pengajian, ustad yang mengisi pengajian menghampiri saya. “Ini ada titipan dari seseorang…” seraya menyodorkan sebuah amplop. Saya gelagapan, “Dari siapa ya Ustad? Dan titipan apa ini?”
Ustad tersenyum, “Sepertinya uang. Siapa yang memberikannya, tidak perlulah tahu. InsyaAllah, halal dan thoyyib. Katanya ini hanya hadiah saja…”
Saya tidak berkata apa-apa lagi. Di sisi lain saya merasa berat, namun saya juga merasa bersyukur masih ada yang memperhatikan kondisi keluarga saya ketika berada dalam kesulitan. Saya mengucapkan terima kasih dan meminta Ustad untuk menyampaikannya kepadanya.

Di jalan, saya membuka amplop itu ternyata memang berisi uang Rp. 300.000! Subhanallah, itu jumlah yang sangat banyak buat saya. Saya belikan istri martabak telur kesukaan istri dan ketika sampai ke rumah, kami menyantapnya bersama, sementara anak-anak sudah terlelap. Istri saya berujar lirih, “Allah selalu akan mengganti sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan. Mungkin ini berkah dari sedekah tadi pagi yang Ayah berikan…”

Readmore »»

Minggu, 01 Februari 2009

Jadwal Kajian DT Jakarta Peb 2009

1. Kajian MMQ Elnusa
Tempat : Masjid Baitul Hikmah Elnusa, TB. Simatupang Cilandak Jak-Sel
Waktu : Selasa, 03 Februari 2009 jam 18.30 (Ba’da Maghrib berjama’ah)
Pemateri : Ustadz Qomarudin Cholil S.Ag

2. Kajian MMQ ISTIQLAL.
Tempat : Masjid Istiqlal , Taman Wijaya Kusuma – Jakarta Pusat
Waktu : Ahad , 08 Februari 2009 Jam : 12.00 – 15.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

3. Kajian MMQ Pondok Indah
Tempat : Masjid Raya Pondok Indah , Jln.Sultan Iskandar Muda No.1
Waktu : Selasa , 10 Februari 2009 Jam : 19.00 – 21.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

4. Kajian MMQ Baitul Ihsan – Bank Indonesia
Tempat : Masjid Baitul Ihsan , Jln. Budi Kemulyaan-Jakarta Pusat
Waktu : Senin , 23 Februari 2009 Jam : 19.00 – 21.00 wib.
Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar.

5. Kajian Muslimah Elnusa
Tempat : Masjid Baitul Hikmah Elnusa, TB. Simatupang Cilandak Jak-Sel
Waktu : Selasa, 03 Februari 2009 jam 16.00 (Ba’da ‘Ashar berjama’ah)
Pemateri : Bunda Ningrum

6. Kajian Muslimah Baitul Ihsan
Tempat : Aula Masjid Baitul Ihsan – Bank Indinesia
Waktu : Senin , 23 Februari 2009 Jam : 16.00 – 18.00 wib.
Pemateri : Ustdz.Hj. Ningrum Maurice Nugroho

7. Kajian Muslimah Pondok Indah
Tempat : Aula Masjid Raya Pondok Indah – Jakarta Selatan
Waktu : Selasa , 10 Februari 2009 Jam : 16.00 – 18.00 Wib.
Pemateri : Ustdz. Hj.Ningrum Maurice Nugroho.

8. Kajian Muslimah Sabtu Pagi ( KMSP )
Tempat : Musholla Baiturrahman ,
Jln. Bangka I Rt 001/03 Pela Mampang – Jakarta Selatan.
Jam : 10.00 – 12.00 wib. / setiap hari Sabtu Pagi.
07 Feb’2009 : “ Hijrah dan Jihad bagi Muslimah” bersama: Ustz. Erika
14 Feb’2009 : “ Keutamaan Shaum2 Sunnah “ bersama: Ustz. Shinta Santi
21 Feb’2009 : “ Tolabul Ilmi “ bersama: Ustz. Teti
28 Feb’2009 : “ Mendidik Tanggung Jawab pada anak “
Bersama: Ustd.Ningrum Maurice.

9. Kajian Khazanah Hadist
Tempat : Musholla Baiturrahman,
Jln. Bangka I Rt 003/01 Pela Mampang – Jakarta Selatan.
Jam : 18.30 – 20.30 Wib.
Waktu : Hari Rabu , tgl : 4 ,11 , 18, 25 Februari 2009.
Pemateri : Ust. Miftahuddin.

10. Kajian Majelis Sehati
Tempat : Musholla Baiturrahman,
Jln. Bangka I Rt 003/01 Pela Mampang – Jakarta Selatan
Agenda : Ahad, 1 Februari 2009 jam : 13.00 – 15.00 Wib.
Tema : Mengapa Harus Menikah
Pemateri : Ust. Harits Budi Rahmat
Agenda : Ahad, 22 Februari 2009 Jam : 13.00 – 15.00 Wib
Tema : Tradisi & Perilaku yang menghalangi Pernikahan
Pemateri : Ust. Ihsan Hakim.

Informasi Kajian DT Jakarta : Riri ( 021-7235255 / 021-92837428 / 0815-9998064 )

Readmore »»

Jumat, 09 Januari 2009

Pemuda Jalanan Meninggal Dalam Sujud

oleh M. Arif As-Salman

Seperti biasa, usai shalat maghrib beberapa pemuda berkumpul di dalam mesjid. Mereka membicarakan tentang nikmat-nikmat Allah Swt., tentang tujuan hidup, tentang bekal mati dan tentang perjuangan untuk tegaknya agama Allah Swt. di muka bumi ini. Bagi mereka rutinitas ini adalah seperti makanan yang dibutuhkan seorang musafir ketika melintasi padang sahara yang luas. Atau ibarat obat bagi orang yang sedang sakit atau ibarat suplemen tambahan untuk menjaga stamina tubuh.

Mereka terlihat masih muda dengan semangat membara yang masih mengisi ruang jiwa mereka. Namun wajah mereka mengesankan bahwa mereka sedang memikirkan suatu perkara yang berat, ya..., mereka sedang memikirkan bagaimana hidayah Islam ini sampai ke seantero dunia, sehingga tidak ada satupun manusia yang meninggalkan dunia ini kecuali ia dalam keadaan beriman.
Mereka adalah pemuda yang tangguh, sabar dan kuat keyakinan pada Allah Swt.. Akhlak mereka patut dipuji, kata-kata mereka selalu menyentuh hati dan sikap mereka mencontoh akhlaknya Nabi.

Setelah lebih kurang seperempat jam, mereka mulai menentukan beberapa orang untuk keluar berkunjung kerumah-rumah kaum muslimin. Salah seorang dari mereka berkata, "Di persimpangan jalan ke arah halte, ada seorang pemuda yang suka mengganggu dan menertawakan kita setiap kali kita lewat ditempat itu. Ini sudah terjadi 2 kali. Setiap kali lewat, kita tidak menghiraukan sikap dan kata-katanya. Bagaimana kalau kesempatan kali ini, kita coba dekati ia, kita bicara padanya dengan baik-baik, lembut dan sopan dan sedapat mungkin kita ajak ia ke Mesjid". "Usulan yang bagus," salah seorang dari mereka menanggapi. "Kita mohon pada Allah Swt. agar membuka hati pemuda tersebut untuk mau mendengarkan kata-kata kita," ia melanjutkan. "Baiklah, sebelum keluar mari kita berdo`a pada Allah Swt. dengan penuh tadharru` dan berharap, moga Allah Swt. menjadikan setiap langkah kita kebaikan dan sebab diberinya orang lain hidayah," semuanyapun mengamini.

Mereka keluar dari mesjid dan lidah mereka tak henti menyebut asma Allah Swt.. Hati mereka penuh dengan harapan agar Allah Swt. membukakan hati pemuda tersebut untuk mau mendengarkan kata-kata mereka kali ini. Dan seperti biasa, pemuda jalanan itu lagi nongkrong ditempat tersebut.

Sebelum salah seorang dari mereka yang keluar mulai menegur, pemuda jalanan itu sudah mulai menertawakan dan mencemooh. Ia berani karena bersamanya pemuda-pemuda yang lain. Salah seorang dari mereka yang keluar dari mesjid, mulai mendekati si pemuda, ia duduk disampingnya dan yang lain sibuk dengan do`a didalam hati dan lidah mereka tak hentinya melantunkan zikir pada Allah Swt., beristighfar dan bershalawat pada Rasulullah Saw.

Akhirnya si pemuda bersedia diajak ke mesjid walau pada awalnya ia agak keberatan. Tapi karena Allah Swt. jualah dan juga kepiawaian berbicara salah seorang dari mereka yang keluar dari mesjid, hati pemuda itupun tersentuh juga.

Dalam perjalanan ke mesjid si pemuda meminta ma`af atas sikapnya selama ini. Ia menyesal dengan tindakannya yang tidak baik tersebut. Sesampai di mesjid, si pemuda disuruh untuk berwudhuk dahulu, tapi ia masih berdiri dan tidak beranjak menuju ke tempat wudhuk. Ia berkata, "Saya sudah lupa cara berwudhuk, tolong ajarkan saya caranya." Kemudian salah seorang dari mereka mengajarkan pemuda tadi berwudhuk. Usai berwudhuk ia disuruh shalat, tapi ia kembali berkata, "Ma`af saya sudah lama tidak shalat, sehingga saya sekarang tidak tahu bagaimana gerakannya dan apa saja bacaannya."

Kemudian salah seorang dari mereka memimpin shalat untuk mengajarkan tata cara dan bacaan shalat. Pada saat sujud terakhir, si pemuda belum bangun dari sujudnya, dugaan yang mengajarkan shalat bahwa ia sedang berdo`a panjang menyesali perbuatan dan dosanya selama ini. Setelah mengucapkan salam, si pemuda belum juga bangun, dan ketika digerak-gerikkan badannya, ternyata ia telah meninggal dunia.
* * *
Apa ibrah yang bisa kita ambil dari kisah diatas? Betapa kematian datang dengan tiba-tiba. Tanpa ada satupun yang bisa menduga dan mengetahuinya. Dan betapa dakwah itu dapat menyelamatkan seseorang dari api neraka. Dan kalaulah pemuda–pemuda soleh tadi tidak mendatangi si pemuda jalanan dan pemuda jalanan itu dalam ketentuan taqdirnya meninggal pada saat itu, tentu meninggalnya dalam keadaan yang tidak diridhai Allah Swt.. Namun, Allah Swt. telah menjadikan mereka sebab si pemuda jalanan meninggal dalam keadaan sedang bersujud.
Silahkan Anda memikirkan ibrah dari kisah diatas...! Semoga bermanfaat.
Wassalam
Kisah seorang teman dari Mesir Arif Salman

Readmore »»

Jumat, 02 Januari 2009

Jadwal kegiatan DT Jakarta

Jl. Laksana 1 No 8 Rawa Barat Blok S Jakarta Selatan
Tlp. 021-7235255 / Fax 021-7235258

MMQ (Majelis Managemen Qalbu)
Bersama KH Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym)
1. MMQ Istiqlal, 11 Januari 2009 Pukul 12.00-15.00 WIB
Tempat : Masjid Istiqlal Jl. Taman Wijaya Jakarta Pusat
2. MMQ al-Fauzin, 05 & 19 Januari 2009 Pukul 18.00-20.30 WIB
Tempat : Masjid al-Fauzin Kompel Pesona Depok
3.MMQ BI, 26 Januari 2009 Pukul 19.00-21.00 WIB
Tempat : Masjid Bank Indonesia Jl. Kebagusan Jakarta Pusat

Jadwal Kegiatan DKM DT Serua
Jl. Sukamulya 5 Serua Ciputat-Tangerang
Tlp. 021-95193421 / 0856-7007360
1. Kajian Asmaul Husna, Ust Edi Abu Marwa, Setip Rabu, pukul, 18.30-20.00 wib
2. Mabit, Ust Ihsan Hakim, tgl 17 Januari 2009, pukul 18.00-06.00
3. Kajian Muslimah, Usth Imas Masroh, tgl 2 Januari 2009 pukul 13.30-15.00
4. Kajian Al-Hikam, Ust Shofar Mawardi, tgl 18 Januari 2009 pukul 08.30-11.00 wib

Jadwal Kajian – DKM Daarut Tauhiid Jakarta
Musholla Baiturrahman, Jln. Bangka I Rt 003/01 Pela Mampang. Mampang Prapatan – Jakarta Selatan 021-92837428
I. Kajian Muslimah Sabtu Pagi ( KMSP ) , jam : 10.00 – 12.00 wib
1. Sabtu, 04 Januari 2009, Tafsir Alqur’an “ Surat Al-Muzzammil” bers. Ustd. Erika
2. Sabtu, 11 Januari 2009, Fiqih Wanita “ Sholat-sholat Sunnah” bersama Ustd. Shinta Santi
3. Sabtu, 18 Januari 2009, Tolabul Ilmi bersama Ustd. Lamhatun
4. Sabtu, 25 Januari 2009, Akhlaq “ Ucapkanlah Salam, maka jawablah salam” by Bunda Ningrum

II. Kajian An-Nisa ( khusus bagi akhwat yang belum menikah )
Sabtu , 25 Januari 2009 jam : 13.00 – 15.00 wib
tema : Indahnya Cinta Karena Allah , bersama Bunda Ningrum Maurice

III. Kajian Khazanah Hadist ( Kitab Bulughul Mahrom )
Bersama : Ust. Miftahuddin
Setiap hari Rabu malam tgl : 7,14,21,28 Jan’09 , Pukul 18.30 – 20.30 wib

Readmore »»

Selasa, 30 Desember 2008

Undangan MQSPI 2 - Edisi Spesial Akhir Tahun

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Segalah puji hanya milik Allah kepada-Nya kita berbakti dan kepada-Nya kita memohon agar ditetapkan dalam hidayah aqidah yang lurus. Sholawat untuk rasulullah tercinta, keluarga, sahabat dan ummat.

Pernikahan yang tidak melalui proses KUA sering terjadi dan menimbulkan banyak persoalan. Pihak perempuan yang biasa jadi korban. Kenapa ini bisa terjadi ?


Bapak, Ibu, Sahabat sekalian. Menuju Qolbun Salim (MQS) bekerja sama dengan Manajemen Masjid Raya Pondok Indah, mengundang Anda sekalian untuk hadir dalam acara :

Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim -2 (MQSPI-2)
Edisi Spesial Akhir Tahun Miladiyah
tema : " Illegal Wedding, Haruskah Terjadi..? "
Waktu : Rabu 31 Desember 2008 / 3 Muharram 1430 H
Pukul 18:00 sd 06:00 (menginap/bermalam)
Bertempat di Masjid Raya Pondok Indah
Jl. Sutan Iskandar Muda No. 1
(Samping Mall Pondok Indah)

Nara Sumber :
~ Ust. Restu Sugiharto (Ust. Cinta)
(Pengasuh Mahabbah Movement)

~ Ust. Nurul Huda Haem (UNH)
(Penulis Buku Awas Illegal wedding!)

Imam Qiyamullail
Ust. Ahmad Sodikin Alhafiz
Muhasabah & Spirit MQpagi
Ust. Edi Abu Marwa

Moderator
Ust. Firmansyah

Agenda :
Tasmi - Kajian Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail - Muhasabah - Dzikir Al-ma'sturat

Acara ini terbuka untuk umum, pria/wanita, ihwan/akhwat dan tidak dikenakan biaya.
Di harapkan membawa perlengkapan sholat dan mensesuaikan pakaian dengan lingkungan masjid.

Untuk informasi lebih lanjut dipersilahkan menghubungi :
MQS Hotline : 021- 7014 5049 Masjid Pondok Indah : 021-7666165
Humas DT Jakarta : 021- 93455129 Hendi : 08121081614
Yannie : 081317683906 Yayah : 021-99518109
YM : qolbun.salim http://www.majelisqolbunsalim.blogspot.com/

Jazakumullahi khoiron katsiron.
Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan acara kegiatan ini dan smoga Alloh membalas dengan lebih baik.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
(Tim Publikasi MQSPI-2)
.

Readmore »»